Rabu, 11 Februari 2015

canvas

Setiap manusia yg lahir kedunia memiliki kesamaan .. Berawal dari ketidaktauan duniawi semua bertumbuh. Seiring waktu pertumbuhan menuju usia yang lebih matang atau menjadi dewasa tidak ada yang tau siapa yang salah dan siapa yang benar. Setiap orang yang memilikki usia yang lebih tua menggangap dirinya sebagai orang dewasa yang harus didengarkan, dipatuhi, dan benar. Semua orang memandang manusia sebagai teman atau lawan .. Memandang orang lain sebagai keuntungan atau kesialan .. Melihat dengan wajah malaikat yang akan jatuh kebumi kapanpun saat ia salah maka ia bukanlah malaikat. Hal itu adalah wajib dan selalu menjadi akar pertengkaran manusia. 

Saat kamu disakiti teman yang kamu anggap sebagai emas maka kamu akan merasakan sakitnya dihianatin dan melihat dia berubah menjadi batu krikil yang tidak berguna. Saat ia berkata bagaikan seorang yang bertobat maka yang terlihat adalah seekor ular yang berbisa Mematikan. Tapi kita tidak berfikir apa yang ular itu rasakan, mungkin ia memang ular atau ia teman anda. Tidak ada yang bisa menilai seseorang baik diri sendiri maupun orang lain.

Jika kita bertanya apa yang kita lakukan benar atau salah semua orang yang menjawab bisa membohongi kita dengan tujuan mereka masing-masing yang bertujuan baik atau buruk pada kita.

Lalu siapa yang akan kita salahkan jika hal buruk terjadi pada diri kita atas kepercayaan yang kita pegang? Kita selalu menyalahkan diri kita atau orang lain tapi kita tidak bisa jika  tidak menyalahkan sesuatu. semua hal yg menyakitkan seperti bibit yang akan tumbuh menutupi hati, saat kita tidak bisa menjabutnya dengan kuat maka ia akan tumbuh lagi jauh lebih sakit karena ia pernah mengalami pertumbuhan yang gagal karena di cabut.

Segala yang kita alami akan menjadi warna yang akan membuat kita menjadi lukisan yang mahal. Lukisan yang memperlihatkan setiap detail tubuh kita tanpa tersembunyi. Menggambarkan keperawanan diri tanpa pandang sudut porno grafi. Namun tidak semua bisa melihat dari satu sudut pandang yang sama seperti kita, memandang dengan sisi positif dan berfikir tentang orang lain dari pada pendapat kita.

Itulah kita berawal dari canvas putih tanpa cela dan berakhir dengan lukisan yang abstrak membentuk kita dengan segala warnanya. Membuat kita lebih indah dan berharga meski memiliki cacat. Jika kita memandang hidup kita jauh seperti permata yang sulit dan berharga mahal setidaknya kita bisa memberikan orang lain dampak yang baik. Meski panas dan sulit untuk mencapai sebuah harga yang mahal namun hasilnya tidak akan berkata bohong.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar