Hari ini semua terasa berat bagiku .. semua yang aku harapkan tidak semudah kenyataan yang ada. Aku tetap yakin bahwa Tuhan akan memberikan jalannya yang terbaik padaku dan aku akan terus berusaha meski harus sendiri. Disaat ini yang aku butuhkan adalah tempat untuk tenang namun semua juga tidak sesuai harapanku. Aku harus menghabiskan waktu di warnet lagi malam ini dengan rasa kesal, sedih, binggung, dan semua bercampur menjadi satu. Siapa yang harus aku salahkan saat ini? Tidak ada ... aku tidak akan menyalahkan siapapun saat ini karena aku sudah tidak percaya dengan manusia dan aku hanya melepas semua kehidupanku pada Tuhan.
Mungkin setelah hari ini sikap childishku tidak akan pernah kembali namun aku tidak yakin akan menjadi seseorang seperti yang engkau harapkan. Karena beberapa hari ini aku sudah merasa cukup dengan semuanya. Aku senang baik diriku maupun engkau memiliki perubahan sikap yang baik pada hubungan ini namun aku masih bisa melihat hubungan ini terlalu berat pada satu sisi. Entah yang aku pikirkan ini benar atau salah. Jika memang aku salah aku hanya bisa berkata maaf. Jika aku benar akupun tidak akan berkata apa-apa padamu aku hanya berharap engkau mengerti.
Hubungan antar sepasang manusia bukan hanya menyatukan 2 hati namun menyatukan 2 keluarga dan 2 perkumpulan teman-teman. Aku terbuka terhadap temanku dan keluargaku tentang kau. Aku tidak sungkan mengajakmu bertemu dengan temanku namun aku tau siapa yang harus aku prioritaskan. Mereka memang temanku bahkan SAHABATKU namun aku masih mementingkan engkau karena aku yakin di hari terakhirku engkau yang akan berada disisiku. Aku masih tetap mementingkan sahabatku terutama dalam menyelesaikan masalah hidupku. Bukan aku tidak ingin terbuka padamu namun saat hubungan ini hanya sebuah pacaran maka tidak selamanya aku bisa terbuka terutama masalah financial atau privasi namun ada saatnya pula aku akan berkata padamu aku membutuhkanmu. Jika hubungan ini lebih dari sekedar pacar maka aku tau batasanku sebagai seorang istri aku akan lebih terbuka tetapi apa mungkin ini terjadi.
Aku mulai ragu apa aku bisa menunggumu bukan aku ragu engkau akan menungguku. Aku masih bisa melihat dalam hubungan sederhana ini engkau masih bisa memalingkan wajahmu dariku dan lebih melihat pada seseorang yang berada di sampingmu. Meski aku yang meletakan tanganku di sampingmu terlebih dahulu atau aku yang menginjakkan kakiku terlebih dahulu. Aku hanya bisa diam dan pergi karena aku tidak mau terjadi pertengkaran atau omongan dengan adanya diriku di sampingmu. Aku hanya berfikir apa dia ada disaat kamu memerlukannya .. Disaat kamu terpuruk dan disaat kamu sakit. Aku tidak mau menggunakan keberadaanku saat kamu sakit sebagai peganganku tetapi aku hanya ingin membuka matamu bahwa aku ini siapa.
Saat ini yang terlintas dalam pikiranku adalah apakah saat ada aku di sampingmu dan tiba-tiba temanmu menanyakan kabarmu dan ingin mampir ketempatmu .. apakah engkau berkata bahwa ada AKU di sana? Atau hanya kamu yang memberitahu aku bahwa ada TEMANMU di sampingmu sebelum aku datang?
Tanpa aku beritahu kamu juga tau bahwa aku marah saat ini tetapi aku tidak seperti temanmu yang tidak memperdulikan perasaan orang lain. Aku peduli pada mereka yang pernah menjadi temanmu dan yang pernah mengolok-olok aku. Tanpa pernah aku berfikir untuk balas dendam atau kembali memaki.
Mungkin aku yang terlalu berharap banyak akan hubungan ini. Aku juga memiliki batas sama sepertimu jika aku marah aku masih berfikir akan kejadian yang sebelumnya berfikir bahwa hubungan ini akan berakhir begitu saja. Sehingga aku harus menjaga sikapku padamu akhir-akhir ini. Namun saat ini aku sudah tidak tau mau seperti apa. Aku pusing dengan semua masalah dalam hidupku bahkan untuk menghabiskan waktu bersamamu dan melupakan permasalahan ini saja sulit untukku.
Aku menahan diriku dari segala hal .. dari keinginanku untuk menonton, berbelanja, komunikasi denganmu, marah, istirahat, dan bersamamu. Itu yang aku alami saat ini dan apa yang aku terima saat ini .. Aku tidak akan memakimu juga .. Sudah cukup dengan melihat wajahmu yang tersenyum karena aku tau bahwa engkau sehat. Itu sudah cukup .. Sudah cukup dan tolong jangan ditambah lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar