Entah kenapa belakangan ini sifat childishku kembali muncul. Perasaan ini membuatku ingin selalu bertemu dengannya. Aku tau alasan yang tepat mengapa aku seperti ini .. Semua ini karena aku selalu berfikir Kau akan pergi dari kantor ini. Aku juga tidak bisa memaksanya untuk bertemu denganku karena keadaannya masih sakit dan ia masih memerlukan istirahat untuk memulihkan kesehatannya. Aku berfikir bagaimana aku menghilangkan perasaan ini, perasaan yang membuatku selalu melihat hpku dan berharap ada kabar darinya.
Aku juga harus berfikir untuk tidak membuatnya kecewa lagi. Aku harus belajar untuk mengurangi atau mengilangkan sikap childishku ini. Aku mungkin lebih belajar melupakan bahwa ia adalah sesuatu yang penting dalam hidupku sehingga aku tidak terlalu bergantung padanya. Meski aku melupakan bahwa ia adalah sesuatu yang penting aku tetapi meletakkannya jauh di dalam hatiku.
Ada saat dimana aku bisa berfikir bahwa dia bisa menjaga dirinya sendiri dan ada saat dimana aku mengharapkan kejutan darinya. Semua pemikiran ini membuatku ingin berteriak padanya .. berkata bahwa aku masih mengharapkan dia ada di sampingku dan menghabiskan waktu berdua atau sekedar berkata aku mencintaimu. Tetapi aku tidak bisa .. aku sadar tidak selamanya cinta yang aku harapkan akan berakhir dengan senyuman bahagia di pernikahan akan bertahan. Aku juga sadar jika hal terburuk itu terjadi maka hidupku sendiri akan hancur lebih jauh lagi dari sebelumnya. Karena aku terlalu tinggi menggantungkan impianku bersamanya dan hal itu yang seharusnya tidak pernah aku lakukan sejak dulu.
Lagi-lagi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena semua hanya keinginan dan pemikiranku. Aku tidak bisa berharap takdir dan tujuan Tuhan akan menuntunku juga. Namun jika memang semua menjadi suatu hal yang positif maka aku tidak dapat berhenti mengucap syukur seperti saat ini. Dibalik air mata yang kusembunyikan aku selalu mengucap syukur membayangkan bahwa Tuhan memberikan dia berada di sisiku. Meski tidak selamanya aku bisa menghabiskan waktu bersamanya.
Saat ini aku hanya kembali berfikir jika dia pindah kantor ia akan kembali bersama teman lamanya dan aku akan kembali ke kampus. Akankah ada waktu untuk kita bertemu dan menghabiskan waktu berdua. Egois ya aku memang egois hanya memikirkan keinginanku saja. Tetapi aku hanya berfikir hal itu dan tidak berharap banyak akan terjadi karena kutau bahwa mungkin saat itu tiba waktu yang akan membawaku perlahan bisa melupakan keinginanku untuk bertemu dengannya dan membiarkannya bermain bebas di luar sana.
Selain pemikiran negatif itu aku terus berfikir jika kita sudah bersama mungkin akan lebih baik dengan keadaan itu. Karena aku masih bisa melihatnya setiap hari meski kami sibuk masing-masing. Kembali lagi itu hanya keinginanku semata dan aku akan melupakannya setelah aku puas melepas air mata ini.
Lagi-lagi aku hanya bisa menghabiskan waktuku sendiri di kantor di depan meja kerjaku, meluapkan semua yang kurasakan termasuk sekedar untuk menangis. Karena saat ini dia sedang bersama temannya dan aku tidak mau menjadi pengganggu baginya. Sudah cukup 3 hari melihatnya di kantor dan kemarin pergi makan bersama. Sudahlah aku harus melupakannya dan mungkin dengan bermain game bisa membantu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar