I thank to God that i can hold you like i want and i wish, i thank for the best part in my life ever just for 31 hours. Meski hatiku tau bahwa apa yang harus aku perbuat dan apa yang tidak boleh aku perbuat. Meski aku tau bahwa hatiku sendiri berkata bahwa masih ada luka yang belum sembuh. Meski aku juga tau masih ada rasa yang tersisa di dalam luka itu. Aku sadar apa yang bisa aku andalkan dalam diriku ini, tubuh lemah dan bodoh ini tidak akan sanggup untuk memenuhi semua yang hatiku inginkan. Bahkah di saat aku sudah mengatakan pada diriku bahwa semua ini sudah berakhir aku masih tidak sanggup untuk menggelak bahwa aku masih memerhatikanmu. Masih memerhatikan seseorang yang mungkin sudah tidak mengganggapku.
Mungkin hanya aku yang merasakan hal ini merasakan hal yang bodoh yang seharusnya tidak pernah aku minta. Aku bersyukur akan hujan yang diturunkan ini, atas hujan yang membuat waktu kita bersama lebih lama. Hujan yang membuat aku berfikir apakah ini sebuah tanda dari Tuhan untuk masih bisa berharap atas perubahan dalam diriku atau pertanda aku harus benar-benar bisa menerima dirimu bahwa kau sudah tidak ada untukku. Meski semua sudah berubah entah aku yang terlalu berharap bahwa engkau masih ada di sisiku dan menuntunku.
30 jam yang berlalu di saat kita pergi aku sudah berfikir bahwa ingin memelukmu namun aku sadar akan posisiku. Aku hanya memegang jaketmu karena aku tau bahwa aku bukan siapa-siapa bagimu. Namun seiring berjalannya kita menuju tempat yang kita tuju, entah apa yang membuatku senang bahwa keadaan di jalan membuat tanpa sadar aku memelukmu meski tidak sedekap dulu. Sedekap aku bisa mengeluarkan isi hatiku saat memelukmu.
29 jam yang berlalu adalah saat kamu membimbingku, saat dimana kita membeli bahan-bahan yang kita perlukan. Saat dimana aku masih bisa dekat denganmu. Saat dimana aku bisa berkomunikasi denganmu walau tidak terlalu lama menatap wajahmu. Saat dimana angganku kembali hadir akan adanya sebuah pernikahan denganmu dan itu membuat hatiku kembali sakit.
28 jam yang berlalu adalah saat hujan turun membahasi bumi. Hujan yang membuat kita menunggu begitu lama. Hujan yang membuat kita tidak menatap, bersentuhan, berkomunikasi, dan berdekatan. Hujan yang membuat diriku senang karena bisa melihatmu meski aku tidak tau apakah kamu merasakan hal yang sama. Selama 2 jam kita di luar menembus hujan dan membeli bahan makanan bersama hingga kita menunggu di kantor. Dalam 1 ruangan yang sama namun tidak saling bercakap dan menatap sama seperti saat hujan turun sebelumnya. Dalam kesunyian dan kesendirian kita aku mendengarkan siaranku.com dimana aku sering mendengarkan lagu dan berkomunikasi dengan teman-teman baru di sana. Tetapi saat mendengar itu lagu yang diputar adalah lagu sedih. Lagu yang mengingatkan akan kenangan yang sudah hilang. Rasanya ingin menangis tetapi tidak bisa, bukan aku yang menahannya tapi hati ini yang menahannya karena hatiku tau bahwa masih ada engkau di ruangan itu.
20 jam yang berlalu saat dimana entah apa yang terjadi pada diriku. Aku selalu merasa mual karena aku masuk angin. Hanya makan 3 suap nasi di siang hari dan berangkat untuk beli bahan. Hari yang terik ternyata tidak menjadi jaminan untuk tidak hujan dan membuat aku terguyur hujan selama perjalanan. Namun kamu masih menasehatiku untuk mengingatkanku. Kamu memberitahuku untuk makan dan beristirahat. Angganku kembali melambung jauh dan membuatku tersenyum sendiri. Aku memang bodoh, Apa yang aku pikirkan. Harusnya aku bisa lebih tegar lagi di depanmu.
10 jam yang lalu adalah saat yang sama seperti 20 jam yang berlalu saat engkau melihatku dan memberiku nasehat lagi. hingga akhirnya kita berpisah 30 menit yang lalu. Aku senang kamu masih mengingatku untuk mengantarku pulang tetapi aku sadar posisiku sehingga aku berkata aku harus mengecharge hpku. Aku tetap harus pulang tetapi aku tidak akan memintamu untuk mengantarku. Aku akan pulang sendiri setelah melepas semua perasaan ini. Perasaan yang aku tahan untuk mengeluarkan air mata dan membanjiri pipiku. Meski aku masih berharap engkau kembali untuk melihatku disini. Berharap masih bisa memelukmu lebih dekap seperti dulu. Berharap bahwa engkau masih memandangku ada meski tidak lagi sama. Memangdangku ada tanpa ada rasa benci dan terluka dimatamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar