Entah kenapa aku mulai berfikir kembali mengenai hal ini, hal yang membuatku tidak bisa tidur dan bermimpi tentang-NYA. Aku sendiri tidak mengerti dengan pikiranku, untuk membayangkan hal itu saja membuat hatiku sakit dan ingin menangis namun aku tidak bisa berhenti memikirkannya. Apakah aku sanggup mengatakannya, jikapun aku bisa maka semua ini akan segera berakhir dan tetap menyisakan rasa sakit dan kesendirian lebih dalam terhadap diriku sendiri.
Lagi-lagi aku masih memikirkan akan statusku dan bagaimana mungkin aku masih memikirkan bisa berkata seperti itu. Entah aku yang terlalu banyak berhayal, berharap atau memang aku yang sudah terlalu mengilainya tetapi aku merasa hubungan ini masih di ambang titik. Kapal yang bisa tenggelam dan bertahan, seperti itulah hubungan ini. Mungkin seharusnya aku tidak banyak berfikir jika hubungan ini masih ada karena DIA juga sudah mengatakannya sebelumnya tentang hal ini, namun akulah yang salah dan masih berfikir hubungan ini masih ada.
Ada beberapa hal yang aku pikirkan mengenai hubungan ini, yaitu :
Dimana statusku dan bagaimana hubungan ini.
2 Pertanyaan itu akan membawa pada pernyataan , seperti :
Jika memang seperti yang kau katakan akan hubungan ini maka aku akan mencoba melepasmu seperti yang kau inginkan. Karena sudah cukup aku menjadi beban, meski aku dapat melihat bebanmu tetapi aku tidak bisa membantu membawa beban itu dan hanya menambahkan beban yang jauh lebih berat dari yang sudah kau bawa. Meski aku tau bahwa aku sendiri tidak bisa melepasmu, tetapi aku akan mencobanya.
Aku berharap tidak akan menangis saat akan mengatakan ini karena untuk memikirkan dan menuliskan hal ini saja sudah membuat aku menangis. Lalu ...
Ada hal yang aku inginkan yaitu menikah di saat usiaku 21 tahun. Mungkin ini gila karena aku tau hubungan ini tidak akan berjalan dengan baik. Bahkan jika kita benar akan bersama mungkin aku hanya akan membuatmu menjadi gila karena harus melihatku setiap hari. Tetapi tenang saja karena aku sudah mengatakan hal yang pertama maka aku akan mencobanya dan memutuskan untuk melihatmu menikah terlebih dahulu disusul dengan sahabat-sahabat serta mungkin adik-adikku. Itu sudah menjadi janjiku yang sudah kuucapkan di hadapan Tuhan. Aku tidak pernah melanggar janjiku sendiri terutama dengan Tuhan. Aku tidak memaksamu untuk menikahiku karena pernikahan adalah hal yang sakral dan aku sudah cukup melihatmu menderita karena aku dalam hubungan ini. Aku tidak sanggup melihatmu menderita lagi karena pernikahan. Aku akan membawa kesakitan ini sendiri dan membebaskanmu dari belenggu ini. Jadi, aku berharap kamu akan hidup bahagia mendapatkan seseorang yang tidak sepertiku, tidak seperti anak kecil, egois dan tertutup. Tetapi mendapatkan seseorang yang bisa mengertimu serta menjadikanmu seorang yang lebih berarti dari padaku.
Aku sudah memikirkan untuk kembali kuliah dengan usahaku sendiri meski terbatas dana tetapi aku akan mencoba segala hal yang aku bisa untuk mencukupinya. Aku akan menyelesaikan kuliahku meski lewat dari usiaku yang 21 tahun tidak masalah sambil melihat pernikahan orang yang kusayangi dan kerabat semua aku akan menyelesaikannya dengan diriku sendiri dan tidak akan menambah penderitaan orang lain lagi. Aku akan hidup sendiri seperti yang sudah kukatakan sejak awal karena semua ini sudah cukup bagiku. Mungkin setelah aku lulus aku akan menjadi seorang penulis dan bekerja di kafe di luar kota sana sendirian dan tidak mengganggu orang lain bahkan mungkin tidak akan menyakiti hati siapapun termasuk hatiku sendiri.
Karena semua ini sudah cukup bagiku, Luka ini sudah cukup pahit bahkan terasa aku kehilangan hatiku sendiri. Jika saat nanti kamu pindah kantor saja, saat aku berfikir akan hal itu sudah membuat hatiku bergetar sakit jadi aku tidak ingin menambahkan kesakitannya dengan melihatmu terlalu lama.
Beberapa hari ini setelah tanggal 24 itu cukup bagiku untuk dekat denganmu dan merasakan adanya Tuhan dalam hubungan ini. Karena setiap aku minta untuk bisa bertemu denganmu, dekat denganmu, memelukmu, menciummu, mengelus rambutmu, melihatmu tidur, melihat wajah indah itu dan bersamamu itu cukup untuk menjadi memori indahku saat nanti aku kehilanganmu. Sudah cukup semua kenangan ini aku simpan dan menghabiskan sisa hidupku sendiri.
Aku tau aku tidak bisa melepasmu tetapi kau mengatakan dengan baik bahwa aku tidak bisa apa-apa dan itu membuatmu menderita maka itu aku akan mencoba dengan sakit, air mata dan senyum kepalsuan yang tidak akan 1 orangpun tau atau mungkin kau sendiri tidak akan mengetahuinya.
Aku tidak bisa berkata apa-apa dengan semua ini hanya MAAF dan TERIMA KASIH atas semua hal indah seperti bunga mawar yang berwarna-warni yang selalu aku lihat di pagi hari saat pergi kekantor bersamamu itu. Semua hal ini menyadarkanku bahwa aku memang tidak sempurna seperti semua orang bilang bahkan aku jauh lebih buruk dari semua penjahat. Aku tau mungkin kamu akan berkata "kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dariku" tetapi aku tau sendiri batas diriku. Jika aku berkata tidak maka hal itu memang tidak dan kali ini aku berkata TIDAK. Aku memang sudah tidak bisa lagi.
Kamu tidak perlu merasa iba atau apalah jalani hidupmu dan temukan yang kamu cari temukan seorang yang akan diterima oleh keluargamu. Seorang yang akan bersamamu lebih baik dari padaku dan dengan begitu aku akan pergi dengan sedikit rasa tenang.
Biarkanlah air mata ini mengalir sendiri karena hanya inilah temanku saat ini dan bila engkau pergi hanya ini yang tersisa bersama kenangan indah bersamamu. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar