Kamis, 25 Desember 2014

remmember when

semua hal ini tiba-tiba mengusikku .. ingatkah akan hal ini .. mungkin ini hanya hal kecil tetapi itu berarti :

1. Kamu sakit > saat kamu sakit dan melihat kamu muntah di depan mataku membuat aku sadar dan menjadi orang yang dewasa, meski hanya untuk 2 hari itu aku merawatmu dan mungkin tidak seperti kau merawatku saat aku sakit tetapi hal itu berarti. Aku melihat dirimu dengan mataku dan hatiku, melihat bahwa engkau tidak setegar biasanya dan saat itu aku tau bahwa akulah yang perlu menggantikamu untuk sementara. Aku dengan keterbatasanku mencoba agar membuatmu lebih nyaman meski mungkin aku hanya bisa memberikanmu makan seadaanya yang aku tidak mengerti harus bagaimana. Membiarkanmu beristirahat dan melihatmu tidur sambil mengelus keningmu.

2. Kegilaanku > kamu tau apa kegilaanku dan kamu berhasil menahanku dengan kita menangis bersama malam itu membuatku lebih tenang. Membuatku menjadi seorang pulih kembali dan aku berusaha untuk tidak mengulanginnya lagi demi-Mu demi kebaikanku juga.

3. Frist Kiss > ini adalah saat pertama kali kita berciuman mungkin ini bukan yang pertama bagiku tapi bagi-Mu mungkin yang pertama. Ada rasa yang berbeda dengan ciuman itu. Aku merasakan ketulusanmu, keseriusanmu dan kehangatanmu. Itu yang membuatku semakin yakin akanmu.

4. Pernyataanmu > pertama kali ada seorang pria yang berani berkata padaku bahwa ia mau menikahiku. Mungkin saat itu aku hanya berkata itu adalah hal yang bodoh tetapi dalam hati aku tidak bisa berhenti untuk tersenyum dan membuat aku semakin yakin tentangmu.

5. Ciuman sebelum berpisah > ciuman kening yang selalu kau berikan saat kau akan pergi meninggalkanku adalah sesuatu yang membuatku terbangun dari kejenuhan dan kebtanku terhadapmu. Itu yang membuat moodku berubah seketika dan mengijinkanmu pergi.

6. Kemalasanku > mungkin aku memang malas dan selalu mengacak2 kamarmu dan membuatmu marah tetapi apa kamu ingat ketika pertama kalinya aku mencuci piringmu .. mungkin itu adalah hal yang konyol dan biasa serta wajib di lakukan tetapi saat itu dalam benakku hanya terfikir bagaimana untuk-Mu bisa makan dengan baik.

7. Ikan > 9 ikan yangku beli dan mati seketika hingga tersisa 1 itu adalah peliharaan kita yang membuatku selalu berkata aku ingin punya anak darimu ingin menikah denganmu.

8. Menonton > menonton bioskop adalah hal rutin yang selalu kita lakukan setiap selasa meski dengan film yang mungkin tidak terlalu bagus tetapi itu adalah cara aku bisa menghabiskan waktu bersamamu. Bersandar di sampingmu dan dekat denganmu.

9. Telinga > terakhir kali aku membersihkan telingamu. Aku menyukainya karena engkau berbaring di pangkuanku dengan wajah yang lucu. Aku mengingatnya karena aku masih ingin melakukannya lagi.

10. Kata-katamu dan Nasehatmu > aku ingat saat pertama kali kamu meminta permohonan untuk mencoba dan aku menyetujuinya karena sebelum kamu berkata aku memang sudah mengiyakannya tetapi aku masih ragu dengan situasimu .. aku selalu berfikir tentang orang di sekitarmu yang tidak pernah menerimaku. tapi kamu meyakinkanku dan membuatku semakin yakin hingga saat ini.. kamu selalu berusaha merubahku dengan kejelekanku meski aku selalu mengulanginya lagi. Aku berusaha untuk mengingat sebisaku dan berusaha untuk menutupi masalahku karena aku tau bebanmu sudah banyak. Fikiranmu bercabang begitu pula denganku aku berfikir bahwa semua yang aku lakukan memiliki konsekuensi yang buruk padamu sehingga aku selalu berusaha merubah diriku hingga aku tidak menyadari apa yang sudah aku lakukan hingga akhirnya hanya akan menyakitimu lagi. Tetapi meski begitu aku kembali bangun dan belajar meski aku kembali terjatuh. Aku seperti anak kecil yang membutuhkan permen untuk membuatku tenang semua karena keadaanku. Aku memang hanya membutuhkan kasih sayang orangtuaku dan membuatku untuk tersadar bahwa aku masih di butuhkan. Tetapi semua kebutuhan itu bisa tertutup dengan adanya dirimu di sampingku.

Itu adalah hal yang aku ingat aku tidak tau apa kau mengingatnya meski kau berkata yang kau ingat hanya perubahanku yang bernilai 0 dan kekanak-kanakanku itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar